Kemenag: Layanan Jemaah Haji Sudah Siap Dari Keberangkatan Hingga Kepulangan

“Dari 611 ton bumbu yang dibutuhkan, 475 ton sudah kita penuhi dari Indonesia. Artinya produk dalam negeri ikut serta dalam perhajian tahun ini dengan angka yang cukup signifikan,” jelasnya.

Demikian juga dengan makanan siap saji akan disiapkan pada rentang waktu 7-15 Zulhijjah.

Saat itu, kondisi di Mekkah macet sehingga menyulitkan dalam proses distribusi.

Karenanya, disiapkan makanan siap saji agar bisa didistribusian lebih awal dan makanan tetap bisa dikonsumsi pada waktunya.

“Lauk siap saji ini diproduksi di dalam negeri. Sampai sekarang, perusahaan yang akan melayani jemaah haji kita sudah mendatangkan 2,4 juta paket makanan siap saji, ada rendang, opor dan lain sebagainya,” ujar Muchlis.

Terkait layanan puncak ibadah haji, dari 8-13 Zulhijjah, ia menegaskan bahwa itu sudah disiapkan.

Kementerian Agama untuk kali pertama bekerja sama dengan 8 perusahaan dalam menyiapkan layanan bagi 203.320 jemaah.

Dijelaskan Muchlis M Hanafi, keterlibatan 8 perusahaan ini merupakan suatu hal baru dalam pelayanan jemaah haji Indonesia di di Arab Saudi.

Dulu, pada sekitar tahun 1950-1970 an, layanan jemaah haji Indonesia disiapkan melalui para Syekh dari Jawa.

Tahun 1981-1983, para syekh ini melebur dalam satu muassasah (yayasan) berbasis geografis.

“Kalau dari Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei, Thailand itu yayasannya namanya Asia Tenggara. Jadi mesti kita dilayani ke situ,” sebutnya, dikutip dari situs resmi Kementerian Agama Kalsel.

Sejak 2021-2023, muassasah ini diminta oleh Kerajaan Arab Saudi untuk bertransformasi menjadi perusahaan supaya lebih professional.

Sekarang penyediaan layanannya tidak lagi dibatasi pada aspek geografis.

Jemaah haji Indonesia misalnya, tidak harus ke perusahaan yang dulu menangani Asia Tenggara, tetapi sudah terbuka.

“Ketika kita mulai penyediaan barang dan jasa pada Desember 2024, ada 43 perusahaan yang mendaftar. Lalu 16 yang presentasi dan mengajukan penawaran setelah proses verifikasi. Dari 16 itu kita pilih 8 yang terbaik,” paparnya.

Delapan perusahaan itu yang nanti akan melayani jemaah haji Indonesia sejak kedatangan sampai kepulangan, termasuk di masa puncak di Arafah-Muzdalifah-Mina. (berbagai sumber)

Editor: Yayu