VIDEO - Teror Buaya di Perairan Batakan-Tanjungdewa Akhirnya Berakhir!
Ukuran Huruf:
https://youtube.com/shorts/KHfHP0tNqHc
WARTABANJAR. COM - Setelah sekian lama meresahkan warga, seekor buaya besar yang berkeliaran di perairan Batakan-Tanjungdewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya berhasil ditangkap. Informasi yang dihimpun pada Senin (28/4/2025) menyebutkan, satwa liar tersebut berhasil diamankan pada dini hari, di sekitar muara Sungai Batakan-Tanjungdewa.
Penangkapan predator air tersebut disambut lega oleh masyarakat di dua desa bertetangga yang selama ini merasa terancam. Seperti yang terlihat dalam video menunjukkan ukuran buaya cukup besar, dengan mulut diikat erat menggunakan tali guna mencegah serangan.
Buaya tersebut diduga kuat merupakan individu yang bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap warga sekitar, khususnya para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di tepi sungai, seperti mengambil air atau keperluan buang air besar.
Camat Panyipatan, M Hadiat Wicaksono, ketika dikonfirmasi, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait keberhasilan penangkapan ini. "Kalau memang benar sudah tertangkap, tentu kami sangat bersyukur. Sebab upaya untuk menangkap buaya ini memang sudah cukup lama dilakukan," tuturnya.
Sebelumnya, berdasarkan catatan yang dihimpun hingga Selasa (8/4/2025), serangkaian insiden serangan buaya telah terjadi di kawasan Batakan-Tanjungdewa. Peristiwa pertama terjadi pada 28 Maret 2024, dengan korban bernama Saharuddin, warga Kecamatan Masalembu, Jawa Timur. Pria berusia 34 tahun ini mengalami luka parah di bagian pangkal paha setelah disambar buaya saat buang air besar di atas kapalnya yang bersandar di sungai.
Insiden kedua berlangsung pada 28 Februari 2025. Agus Suyanto, yang dikenal juga dengan sebutan Agus Botak, warga RT 16 Dusun 5 Desa Batakan, diserang buaya saat mencari udang kecil di pesisir Pantai Batakan Lama. Akibatnya, pria berusia 50 tahun ini mengalami luka serius di bawah mata kakinya.
Terakhir, pada 6 April 2025, Sugianor (49), warga RT 15 Batakan, menjadi korban buaya di Sungai Batakan-Tanjungdewa. Ia mengalami luka gigitan di beberapa bagian tubuhnya.
Sebagai respons atas kejadian-kejadian tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan segera melakukan pemasangan perangkap di lokasi kejadian. Pada insiden pertama, metode serupa pernah dicoba, termasuk menggunakan pancing berumpan ayam, namun saat itu belum membuahkan hasil.
Kini, keberhasilan penangkapan ini diharapkan dapat mengakhiri teror buaya yang telah lama menghantui warga Batakan dan Tanjungdewa.(vri/berbagai sumber)
#buaya #pantaibatakan #tanahlaut #wartabanjar