WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Viral di media sosial kabar dugaan pembegalan di Jalan Lingkar Muara Pitap, Kabupaten Balangan.
Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, kejadian tersebut ternyata bukanlah aksi begal, melainkan kasus penganiayaan yang dipicu persoalan asmara.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Balangan, AKP Galuh Riska Pangestu, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari pertemuan antara korban dan pelaku di Jalan Desa Muara Pitap.
Baca Juga
Tuntutan Makin Menguat! Kuasa Hukum Desak Hakim Fokus pada Pasal Pembunuhan Berencana Juwita
Keduanya diketahui memiliki masalah pribadi terkait hubungan asmara, yang berujung pada perkelahian.
“Korban dan pelaku ini punya permasalahan pribadi. Saat bertemu, tanpa banyak bicara langsung terjadi perkelahian, dan pelaku menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan korban mengalami luka bacok,” jelas AKP Galuh saat diwawancarai, Wartabanjar.com, Kamis (25/4/2025).
Setelah kejadian, pelaku sempat berusaha menolong korban. Namun karena lukanya cukup serius dan tidak tertangani dengan baik, korban akhirnya melapor kepada kakaknya dan dibawa ke RSUD Balangan.
Selanjutnya, korban dirujuk ke rumah sakit di Hulu Sungai Tengah (HST) untuk penanganan medis lebih lanjut.
“Awalnya korban tidak mengakui ada perkelahian. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk membuka isi ponselnya, ditemukan percakapan dari seorang perempuan yang berbunyi ‘ini gara-gara saya yaaa’. Dari situ, kami menemukan petunjuk yang mengarah kuat pada dugaan penganiayaan,” tambah AKP Galuh.(Alfi)







