H. Rahmi juga mengajak seluruh elemen pemerintah daerah untuk mendukung penuh penerapan hasil sosialisasi tersebut. “Ini bukan hanya soal data, tapi tentang masa depan masyarakat yang terdampak bencana. Kita harus hadir dengan solusi yang konkret dan terstruktur,” tambahnya.
Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor di Kalimantan Selatan. BNPB menargetkan agar seluruh daerah memiliki acuan yang sama dalam pendataan aset pascabencana, guna menciptakan sistem pelaporan yang terintegrasi dan efisien.
Dengan kolaborasi yang solid antara pusat dan daerah, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Balangan dan wilayah lainnya bisa berlangsung lebih cepat, transparan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad







