Paus Fransiskus Wafat, Umat Katolik Banjarmasin Gelar Misa Arwah Penuh Haru

Pastor Albertus menambahkan, sehari sebelum wafat, Paus Fransiskus masih sempat tampil di hadapan umat, menyerukan perdamaian, khususnya terkait konflik di Gaza.

BACA JUGA: SUBHANALLAH! Jasad Kiai Muhajar Masih Utuh Setelah 13 Tahun Dimakamkan, Warga Cikondang Menangis

“Ini luar biasa. Dalam kondisi fisik yang begitu rapuh, beliau tetap memperjuangkan perdamaian. Itu adalah impian dan kerinduan hatinya,” tuturnya.

Pastor Albertus juga menjelaskan bahwa acara Misa ini merupakan bagian dari rangkaian pemindahan jenazah Paus Fransiskus dari Casa Santa Marta ke Basilika Santo Petrus.

“Sebagai manusia, tentu kita sedih. Namun dalam iman, kita juga bersyukur sebab Tuhan telah menghadirkan seorang tokoh luar biasa yang sepanjang hidupnya memperjuangkan kemanusiaan, perdamaian, dan persaudaraan,” lanjutnya.

Di tengah semangat persaudaraan universal yang terus diperjuangkannya hingga akhir hayat, Pastor Albertus menegaskan bahwa kehadiran Paus Fransiskus merupakan anugerah besar bagi dunia sehingga patut disyukuri bahwa Tuhan telah mengaruniakan seorang tokoh luar biasa ini. (Ramadan)

Editor: Yayu