Menanggapi hal ini, Sutikno mengungkapkan pentingnya inisiatif penanaman cabai secara mandiri di tiap kabupaten/kota, Ia juga menyampaikan bahwa Gubernur Kalsel melalui Biro Perekonomian diharapkan dapat menginstruksikan kepala daerah untuk menyediakan lahan tanam cabai sesuai potensi masing-masing daerah.
“Cabai itu tidak memiliki persyaratan khusus dalam penanaman, jadi semua daerah bisa menanam, minimal bisa memenuhi kebutuhan masing-masing wilayah, misalnya Tanah Laut, punya wilayah tanam puluhan atau ratusan hektare,” kata Sutikno.
Ia juga menyoroti harga cabai yang saat ini sudah berada di atas Rp100.000 per kilogram, kondisi ini dinilai dapat berdampak pada inflasi secara keseluruhan, meskipun komoditas lainnya seperti beras masih dalam kondisi baik, dengan peringkat kedelapan terbaik dari bawah secara nasional.
Di sisi lain, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kalsel juga menunjukkan performa baik, dengan menempati posisi ketiga secara nasional.
Sebagai upaya pengendalian, Sutikno menegaskan pentingnya menjaga keterjangkauan harga melalui operasi pasar rutin.
“Kita akan terus menggalakkan operasi pasar di tingkat provinsi dan kabupaten, termasuk juga melibatkan instansi vertikal dan swasta, diharapkan melalui program CSR dan dukungan perusahaan, operasi pasar dapat dilakukan secara serentak agar harga tetap terkendali,” tutupnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







