Alasannya, ia lebih suka tinggal di lingkungan masyarakat demi “kesehatan psikologisnya.”
Ia mewarisi gereja yang diserang karena skandal pelecehan seksual anak dan terkoyak oleh pertikaian internal dalam birokrasi Vatikan, dan terpilih dengan mandat yang jelas untuk memulihkan ketertiban.
Namun seiring berjalannya masa kepausannya, ia menghadapi kritik keras dari kaum konservatif, yang menuduhnya merusak tradisi yang dijunjung tinggi.
Tak hanya itu, ia juga menuai kemarahan kaum progresif, yang merasa bahwa ia seharusnya berbuat lebih banyak untuk membentuk kembali gereja yang berusia 2.000 tahun itu.
Sementara ia berjuang melawan perbedaan pendapat internal, Paus Fransiskus menjadi bintang dunia, menarik banyak orang dalam banyak perjalanannya ke luar negeri saat ia tanpa lelah mempromosikan dialog dan perdamaian antaragama, memihak pada mereka yang terpinggirkan, seperti para migran.
Uniknya, di zaman modern ini, ada dua pria yang mengenakan pakaian putih di Vatikan selama sebagian besar masa pemerintahan Fransiskus, dengan pendahulunya Benediktus memilih untuk terus tinggal di Tahta Suci setelah pengunduran dirinya yang mengejutkan pada tahun 2013 telah membuka jalan bagi paus baru.
Benediktus, seorang pahlawan dari gerakan konservatif, meninggal pada bulan Desember 2022, akhirnya meninggalkan Fransiskus sendirian di panggung kepausan.
Fransiskus menunjuk hampir 80% dari kardinal pemilih yang akan memilih paus berikutnya, meningkatkan kemungkinan bahwa penggantinya akan melanjutkan kebijakan progresifnya, meskipun ada penolakan keras dari kaum tradisionalis.
Belasungkawa dari Netizen
Mengutip Instagram Vatican News, banyak warganet turut berbela sungkawa untuk wafatnya tokoh agama Katolik ini.
“Rest in peace pope,” ujar api***.
“RIP POPE FRANCIS,” sebut wan***.
“rip Popee sekarang Pope udah gak ngerasain sakit lagii istirahat dengan damai,” ujar pra***. (yayu)
Editor: Yayu






