“Walau begitu, potensi dampak terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, dan kebakaran hutan tetap menjadi perhatian serius,” katanya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Tanah Laut menyatakan komitmennya untuk menyusun strategi mitigasi lintas sektor secara terkoordinasi.
Langkah-langkah preventif akan difokuskan pada kesiapsiagaan sarana dan prasarana, edukasi masyarakat, serta penguatan koordinasi antarinstansi guna mengurangi risiko bencana selama musim kemarau berlangsung.
Terkait acara ini, sejumlah pejabat strategis hadir, antara lain Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Andris Evony, Kepala Satpol PP dan Damkar, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, perwakilan BAPPERIDA, Kepala Daops Manggala Agni, unsur Polres Tanah Laut diwakili oleh Bag Ops, dan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut.
Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan pembuka oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, Klaus Johanes Apoh Damanik, lalu dibuka secara simbolis oleh Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, Dr. Fachri Rajab. (Gazali)
Editor: Yayu







