Gedung DPRD Kalsel Digeruduk Massa, Desak Hentikan Angkutan Batu Bara Melintas di Jalan Negara

“Kalau itu tidak digubris, maka hukum adat dan hukum rimba yang berlaku di Kalsel. Jangan salahkan rakyat, apabila rakyat bertindak sendiri,” tutur Aliansyah.

Adanya aktivitas angkutan tersebut, Aliansyah memaparkan, membuat jalan-jalan yang dilalui menjadi rusak, dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Bahkan, hampir setiap hari sampai memakan korban jiwa,” papar Aliansyah.

Maka dari itu, ungkap Aliansyah, di beberapa tempat seperti di Kabupaten Balangan dan Tabalong, masyarakat sudah melakukan pemblokadean terhadap aktivitas pengangkutan batu bara.

“Karena mereka sudah jenuh, hampir setiap hari ada nyawa manusia yang melayang,” ungkap Aliansyah.

“Nyawa manusia di Kalsel, tidak sebanding dengan uang batu bara yanh diterima. Jalan kita hancur, dimana-mana tambang ilegal secara masif, menghabiskan kekayaan yang dimiliki Kalsel,” pungkasnya. (Iqnatius)

Editor: Erna Djedi