WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan lewat penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, Selasa (15/4/2025). Dengan mengusung tema “Mewujudkan Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Mendukung Pembangunan Perekonomian Berkelanjutan,” Musrenbang kali ini menitikberatkan pada peran krusial kualitas SDM sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam sambutannya, Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tak lepas dari kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat. BACA JUGA:Bupati Tanah Laut kepada Guru PPPK: “Jabatan Ini Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Wujud Loyalitas!” “Jika kita bersama-sama, sejalan dan sepemikiran, saling bahu membahu bekerja, maka apa yang menjadi cita-cita kita, InsyaAllah akan tercapai,” ujarnya penuh harap. Musrenbang yang digelar di Aula Selidah, Marabahan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi perempuan dan pemuda, hingga elemen masyarakat lainnya. Ratusan Usulan, Rencana Konkret Kepala Bappelitbang Batola, Munadi, menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD 2026 merupakan tahap lanjutan dari penjaringan aspirasi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan. “Dari 2.061 usulan, kami telah menetapkan 603 usulan prioritas yang akan dibahas lebih lanjut, menyesuaikan dengan arah kebijakan dan kapasitas keuangan daerah,” jelas Munadi. Selain itu, ia turut memaparkan capaian indikator makro pembangunan daerah, antara lain: ✅ Tingkat kemiskinan: 4,36% → Target 2026: 4,21% ✅ Pengangguran terbuka: 3,41% → Target 2026: 2,76% ✅ Pertumbuhan ekonomi: 5,02% → Target 2026: 5,11% ✅ IPM (Indeks Pembangunan Manusia): 71,4 → Target: 72,7 ✅ Gini Rasio: 0,272 → Target: 0,2 ✅ Indeks Kualitas Lingkungan Hidup: 64,02 → Target: 65,6 Merumuskan Masa Depan Daerah Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyatukan aspirasi, menyusun skala prioritas, dan membentuk rancangan akhir RKPD 2026 secara partisipatif. Agenda dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan antara perwakilan pemangku kepentingan. Melalui forum ini, masyarakat tidak hanya didengar, tapi juga dilibatkan secara aktif dalam merumuskan arah kebijakan yang konkret dan berdampak langsung pada kesejahteraan. Dari Aspirasi Menuju Aksi Nyata Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian penting dari siklus pembangunan berbasis aspirasi dan hasil nyata. “Inilah saatnya kita wujudkan pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Bupati Bahrul Ilmi. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi lintas sektor, RKPD 2026 diharapkan menjadi pijakan strategis menuju Barito Kuala yang lebih sejahtera, unggul, dan berkelanjutan.(*/mcbatolaRnld) editor: nur muhammad