Wadai Khas Banjar Amparan Tatak Diusulkan Jadi Warisan Tak Benda Samarinda

Baca juga:‘Ulun Babakti’ Ciptaan Suryani Menang Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda kemudian menjadikan jurnal itu sebagai pijakan untuk menjadikan amparan tatak sebagai warisan budaya Samarinda.

Wartabanjar.com mengutip dari kaltimkece.id, pada Selasa 18 Maret 2025, Muhammad Sarip bersama Syifa Hajati diundang oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda Barlin Hady Kesuma.

Di lantai empat kantor yang terletak di jalan Biola tersebut, mereka membicarakan tindak lanjut proses pengusulan amparan tatak sebagai warisan budaya.

“Amparan tatak akan diusulkan dalam kategori warisan budaya tak benda,” ujar Barlin kepada kaltimkece.id.

Barlin mengeluhkan bahwa sejauh ini hanya sarung tenun dengan motif alam yang diakui sebagai warisan budaya Kota Tepian. Sebagai informasi, melalui Surat Keputusan 244/P/2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kini dipisah menjadi Kementerian Kebudayaan) telah meresmikan sarung tenun sebagai warisan budaya Samarinda. Saat itu, pengusulan dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Samarinda sebelum berpisah lembaga.

Selain amparan tatak, warisan budaya lain yang juga akan diusulkan adalah perahu tambangan dan bubur peca. Serupa dengan amparan tatak, kedua warisan budaya tersebut juga telah dilengkapi dengan dokumentasi berbentuk tulisan yang ditulis oleh Hamdani untuk bubur peca dan Syifa Hajati untuk perahu tambangan.