Ia pun tidak menampik jika ada beberapa tempat pengolahan yang kapasitasnya masih kurang, untuk melakukan peningkatan kapasitas pengolahan.
“Misalnya dilakukan peningkatan di kapasitas pemilahannya. Apabila tidak dilakukan secara manual, mungkin dengan konfeyor agar lebih cepat pemilahannya,” ucapnya.
Nantinya, jika pemilahan dengan cepat itu dapat dilakukan, tentunya dapat menghasilkan kompos maupun sampah organik basah yang cepat.
“Jadi hasilnya itu dapat didistribusikan kepada para penggiat budidaya maggot, dan kompos dapat dikerjasamakan dengan penggiat tanaman,” harapnya.
Hal ini dapat diharapkan nantinya fasilitas TPS3R dapat terwujud di Kota Seribu Sungai untuk pemanfaatan sampah yang baik dengan pengelolaan yang baik. (Erna Djedi/hms)







