Sehingga, jelas Pazri, dengan dilakukannya pemeriksaan DNA tersebut, nantinya dapat diketahui sperma itu milik siapa.
“Sehingga dari tes tersebut, dapat diketahui apakah ada keterlibatan orang lain atau tidaknya,” jelas Pazri.
Pasalnya, papar Pazri, pihaknya menduga dalam kejadian tersebut ada indikasi terjadinya kekerasan seksual yang dilakukan oleh terduga pelaku terhadap korban.
“Kami menduga itu terjadi pemerkosaan terhadap korban,” pungkasnya. (Iqnatius)
Editor: Erna Djedi













