Wilayah yang paling terdampak gempa Myanmar di antaranya adalah Mandalay, Magway, dan Sagaing.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah penyediaan tempat tinggal darurat serta distribusi bantuan ke wilayah terdampak,” kata Baloch. Selain itu, PBB juga memperingatkan risiko lain seperti ranjau darat, pemisahan keluarga, perlindungan anak, dan kekerasan berbasis gender di daerah bencana.
Indonesia Kirim Tim Dokter dan Nakes untuk Korban Gempa Myanmar
Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing, pada 1 April 2025 mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai 2.719 orang, dengan 4.521 orang terluka dan lebih dari 440 orang masih dinyatakan hilang.
Myanmar menetapkan tujuh hari berkabung nasional mulai 31 Maret sebagai bentuk penghormatan bagi para korban.
Seiring berjalannya waktu, jumlah korban jiwa gempa Myanmar diperkirakan akan terus bertambah. PBB dan organisasi kemanusiaan mendesak komunitas internasional untuk segera memberikan bantuan guna mencegah krisis yang lebih buruk. (Berbagai sumber)
