SADIS! Saat Gempa Dahsyat, Junta Militer Myanmar Tetap Hujani Desa dengan Serangan Udara

BACA JUGA:Keterlaluan! Israel Tetap Gempur Palestina Saat Perayaan Idul Fitri Hingga Puluhan Orang Tewas

Media Dilarang Meliput

Tak hanya melancarkan serangan, junta militer juga memperketat akses informasi pascagempa. Wartawan asing dilarang meliput dengan dalih “situasi pasca-gempa”.

“Tidak mungkin bagi jurnalis asing untuk datang, tinggal, atau beraktivitas di sekitar wilayah ini,” kata Juru Bicara junta militer, Zaw Min Tun, pada Minggu (30/3/2025). “Kami ingin semua orang memahami hal ini,” tegasnya.

Sejak kudeta militer tahun 2021, junta Myanmar semakin membatasi akses informasi serta bantuan kemanusiaan bagi warganya. Mereka juga terus menangkap dan membunuh siapa saja, termasuk jurnalis, yang dianggap sebagai ancaman terhadap kekuasaannya.

Korban Terus Bertambah

Hingga Senin (31/3/2025) petang, jumlah korban tewas akibat kombinasi serangan junta dan gempa bumi telah mencapai 2.056 orang. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan berlanjutnya proses evakuasi dan penyelidikan di wilayah terdampak.

Tragedi ini semakin menambah derita rakyat Myanmar yang sudah lama hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat kekejaman rezim militer.(Wartabanjar.com/nixnews.id)

editor: nur muhammad