WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengaku terkejut dengan lonjakan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Pulau Kalimantan menjelang Lebaran Idulfitri 1446 H. Kenaikan tersebut hingga 6,5 kali lipat dibandingkan realisasi pada Lebaran tahun 2024. Berdasarkan data yang ada, jumlah SPKLU pada Lebaran 2024 tercatat sebanyak 32 unit, sementara itu, proyeksi untuk Lebaran Idulfitri 1446 H atau tahun 2025 diperkirakan mencapai 209 unit. Menteri Bahlil mengatakan peningkatan jumlah SPKLU ini sejalan dengan meningkatnya pengguna kendaraan listrik, baik motor maupun mobil. "Saya kaget saat mengetahui data kenaikan SPKLU di Pulau Kalimantan ini. Ternyata jumlahnya meningkat 6,5 kali lipat dari realisasi Lebaran sebelumnya," ujar Bahlil dalam kunjungan kerja di PLN UID Kalselteng saat kunjungannya ke Kalimantan Selatan, Rabu (19/3/2025). Menurutnya, langkah PLN memberikan kemudahan pengisian ulang kendaraan listrik ini patut diapresiasi. BACA JUGA: Anjuran Itikaf di Masjid Pada 10 Hari Terakhir Ramadhan, Begini Sejarahnya "Saat ini, jarak antar-SPKLU hanya sekitar 40 km, sehingga mempermudah masyarakat," lanjutnya. Lebih lanjut, ia menegaskan peningkatan ini menjadi keuntungan bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik. "PLN benar-benar memberikan kemudahan bagi para pemudik, terutama yang menggunakan motor atau mobil listrik," tambahnya. Sementara itu, berdasarkan data PLN, jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik juga melonjak signifikan, yakni lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2024 jumlah pemudik di Kalimantan yang menggunakan motor listrik tercatat sebanyak 203 orang, maka pada Lebaran Idulfitri 1446 H atau tahun 2025 inidiproyeksikan meningkat menjadi 1.015 pemudik. (Ramadan) Editor: Yayu