Di Texas, badai debu yang terjadi pada Jumat malam (14/3/2025) mengakibatkan kecelakaan beruntun yang melibatkan 38 kendaraan, menyebabkan tiga orang tewas di tempat. “Ini adalah salah satu bencana terburuk yang pernah saya saksikan,” ujar Sersan Cindy Barkley dari Departemen Keamanan Publik Texas kepada wartawan.
Dampak Luas dan Ancaman Berkelanjutan
Badai dahsyat ini juga memicu lebih dari 100 kebakaran hutan di wilayah tengah AS, menghanguskan ribuan hektare lahan dan menyebabkan pemadaman listrik di berbagai daerah. Selain itu, beberapa truk semi-trailer dilaporkan terbalik akibat kuatnya hembusan angin tornado.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, total 54 orang tewas akibat tornado di AS, dengan Texas menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah. Tahun ini, jumlah korban diperkirakan bisa lebih tinggi jika badai terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Pihak berwenang kini bekerja keras untuk mengevakuasi warga di daerah terdampak dan memastikan bantuan segera disalurkan kepada korban yang kehilangan tempat tinggal. Sementara itu, para ahli meteorologi memperingatkan bahwa badai susulan masih berpotensi terjadi di beberapa negara bagian, sehingga masyarakat diminta untuk tetap waspada.
Pemerintah AS terus berupaya memitigasi dampak bencana ini dengan mengerahkan tim penyelamat dan bantuan logistik ke wilayah terdampak. Namun, tantangan terbesar adalah memulihkan kembali ribuan rumah dan infrastruktur yang hancur akibat amukan tornado ini.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







