Dinas Perdagangan Banjarmasin Temukan Produk MinyaKita Tak Sesuai Takaran

Sebanyak 11 sampel di antaranya melanggar ketentuan dengan kategori T1 yaitu minus 15 – 29,9 milimeter.

“Kemudian sisanya 67 sampel masuk dalam kategori T2 yaitu minus di atas 3 milimeter,” tambahnya.

Mengingat hampir semua sampel produk menyalahi ketentuan, maka dapat dipastikan semua produk di toko itu tidak bisa diedarkan untuk dijual.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi. Begitu juga dengan Kemendag melalui BSML (Balai Standardisasi Metrologi Legal) Regional III Kalimantan untuk tindaklanjutnya. Pemerintah daerah hanya berwenang melakukan monitoring di lapangan saja,” kata Tezar.

Ia menjelaskan, untuk penjualan MinyaKita di atas Harga Eceran Terendah (HET) kemungkinan masih ada ditemukan, namun perbedaan harga itu disebabkan dari distributor pertama yang menjual tidak merata.

“Jadi, terkadang sesama distributor kedua itu saling jual beli. Makanya harganya ada yang berbeda. Jika distributor kedua membeli di distributor pertama tentu harganya tetap sesuai HET. Sedangkan jika belinya di distributor kedua juga, otomatis tidak bisa jual sesuai HET, tapi lebih tinggi sesuai harga modalnya,” tutupnya. (Riska)

Editor: Yayu