Qatar dan Tradisi Unik Ramadhan: Meriam Maghrib Bergema di Langit Doha!

BACA JUGA:Makna Ramadan dalam Perspektif Hermeneutika Modern

“Ini menjadi momen spesial, karena selain membunyikan meriam, ada juga pembagian hadiah kepada anak-anak. Hal ini untuk menanamkan semangat bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah,” tambah Sugeng.

Jam Kerja Lebih Singkat Selama Ramadhan di Qatar
Tidak hanya tradisi berbuka puasa yang unik, Qatar juga memberikan keistimewaan bagi para pekerja selama bulan Ramadhan. Di negara ini, jam kerja dikurangi menjadi hanya lima jam per hari, lebih pendek dari jam kerja normal yang biasanya delapan jam.

“Pekerja di kantor maupun lapangan hanya bekerja lima jam sehari selama Ramadhan. Jika lebih dari itu, maka sisanya dihitung sebagai jam lembur,” jelas Sugeng.

Keistimewaan ini membuat Ramadhan menjadi bulan yang sangat dinanti oleh para pekerja, terutama bagi ekspatriat yang bekerja di Qatar, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kegiatan Keagamaan PCINU Qatar
Selain meriam Maghrib, komunitas Muslim Indonesia di Qatar juga aktif mengadakan kegiatan keagamaan selama Ramadhan. PCINU Qatar menggelar kajian Islam secara rutin, baik secara offline maupun online, untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan warga Indonesia yang belajar dan bekerja di Qatar.

“Setiap Jumat pagi ada pengajian Al-Qur’an dan kitab kuning di Kota Wakrah. Ustaz yang mengisi berasal dari Indonesia dan bekerja di Qatar sebagai muazin di bawah naungan Kementerian Agama,” ungkap Sugeng.