Dalam keterangan resminya, Fadia Arafia menjelaskan bahwa akun Instagram tersebut memang dikelola secara resmi, namun dikelola oleh tim admin. Menurutnya, balasan tersebut diunggah oleh admin yang terpancing emosi setelah menerima direct message (DM) yang berisi kata-kata tidak pantas dari salah satu akun.
“Kami terima DM dengan kalimat yang tidak layak dan tidak sopan, sehingga admin merasa tersulut emosi hingga memberikan jawaban seperti itu,” ujar Fadia.
Kontroversi ini kembali menyoroti pentingnya etika berkomunikasi di dunia maya, terutama bagi pejabat publik yang diharapkan mampu merespons kritik dengan sikap profesional dan bijaksana. Netizen pun berharap agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, demi menjaga citra dan integritas para pemimpin.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad






