10 Ribu Siswa dari Seluruh Indonesia Ikuti Pesantren Ramadan 2025 Secara Daring, Luring dan Hybrid

Selain itu, ia juga mengumumkan peluang beasiswa bagi pelajar serta kesempatan bagi guru PAI untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian dari program penguatan kualitas pendidikan agama di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, yang tergabung secara daring menekankan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik bagi pelajar untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.

“Kami ingin memastikan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi momen pembelajaran yang bermakna. Melalui PRPN, peserta didik tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menerapkan nilai-nilai moderasi, kepedulian, dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi AGPAI atas perannya dalam menyelenggarakan PRPN dan berharap organisasi ini terus menjadi role model dalam mengawal Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyambut baik PRPN 2025 sebagai langkah strategis dalam memanfaatkan bulan Ramadan untuk pembentukan karakter pelajar.

“Kegiatan ini sangat strategis bagi pelajar SMP, SMA, dan SMK dalam mengenal Ramadan dengan lebih baik. Kita semua yang hadir di sini adalah saksi bahwa kita mencintai Ramadan dan aktivitas-aktivitas yang menyertainya. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar dan membangun keseimbangan antara dunia dan akhirat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Koordinator Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah, Gunawan Sudarsono, menyatakan bahwa PRPN sejalan dengan visi provinsi untuk menjadi daerah yang maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis tentang agama, tetapi juga membentuk kecerdasan spiritual dan karakter positif dalam waktu yang singkat. Ini sangat penting di tengah derasnya arus globalisasi,” katanya. (Erna Djedi/rls)