Pengamatan Hilal 1 Ramadhan 1446 H di Balangan Terkendala Cuaca

BACA JUGA: Cuaca di Kalsel Berawan Tebal, BMKG: Pengamatan Hilal Menjadi Sulit

Anggota tim rukyatul hilal, Domi Hidayat, menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal telah memenuhi kriteria dengan ketinggian 3 derajat 38 menit di atas ufuk dan sudut elongasi 5 derajat 28 menit, namun karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat hilal sulit teramati dengan mata telanjang.

“Ketinggian hilal sebenarnya sudah cukup memenuhi syarat minimal, tetapi karena elongasi rendah dan langit yang tertutup awan, kemungkinan besar hilal tidak bisa terlihat di Balangan,” ujarnya.

Menteri Agama Umumkan Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1446 H

Sementara itu, meski hilal di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan tak dapat dilihat, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar telah secara resmi mengumumkan hasil sidang isbat bahwa 1 Ramadhan 1446 H dimulai Sabtu, 1 Maret 2025.

Sidang isbat digelar di Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta.

Hasil itu diputuskan berdasarkan penampakan hilal dari 125 lokasi pengamatan yang digelar Kementerian Agama, memutuskan bahwa di Indonesia bagian timur, tengah hingga barat hilal tak dapat dilihat.

“Hanya di satu provinsi yaitu Aceh yang hilalnya bisa dilihat. Sudah ada 2 saksinya yang disumpah oleh hakim agama setempat bahwa mereka telah benar-benar melihat hilal di langit. Dengan demikian diputuskan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriyah adalah Sabtu, 1 Maret 2025,” tegas Menteri Agama, dikutip dari siaran langsung YouTube Kementerian Agama RI. (Alfi)

Editor: Yayu