Kepala Stasiun Meteorologi juga mengungkapkan bahwa kondisi ini bukanlah hal baru. Kalimantan Selatan masih berada dalam musim kemarau dan sedang memasuki fase pancaroba, sehingga pola cuaca serupa pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan data radar, seluruh wilayah Kalimantan Selatan diperkirakan tertutup awan, yang berdampak pada potensi pengamatan hilal yang terhalang.
Dengan kondisi tersebut, diharapkan para pengamat hilal tetap waspada dan mengikuti perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari pihak meteorologi. Pembaruan informasi mengenai kondisi atmosfer dan potensi pengamatan hilal nantinya akan segera diinformasikan kepada masyarakat.(Wartabanjar.com/Ramadan Anwar)
editor: nur muhammad







