Pada Senin (24/2/2025) lalu, ia memang ada bertemu pihak sekolah dan juga para keluarga siswa tersebut, namun dari pertemuan tersebut belum menemukan solusi memuaskan.
Ia menyesalkan keluarga para siswa terduga pelaku tersebut tak ada meminta maaf sama sekali ke pihaknya, bahkan juga pihak sekolah disebutnya tidak ada memberikan sanksi tegas terhadap siswa-siswa tersebut.
Keesokan harinya, tutur Reza, dia bersama keluarganya kembali diminta pihak sekolah untuk datang ke sekolah tersebut guna membicarakan masalah ini, namun ternyata bukan pertemuan seperti yang dibayangkannya.
BACA JUGA: Ini Bacaan Niat Puasa Ramadan Satu Bulan Penuh
Ketika datang ke sekolah, ia terkejut karena disodori pihak sekolah surat hasil mediasi berisi keputusan dari sekolah tentang sanksi dan pertanggungjawaban untuk kejadian tersebut.
“Dalam surat tersebut ditulis hasil mediasi, di sini yang saya bingung, ini hasil mediasi yang mana? Karena saya tidak pernah ada menyetujui hasil keputusan mediasi dalam bentuk apapun,” katanya.
Ia menyimpulkan, ini berarti adalah keputusan sepihak saja dari sekolah, terlebih lagi dalam surat tersebut tidak dijelaskan secara rinci bagaimana bentuk pertanggungjawabannya yang kemudian membuatnya keberatan.
Mengaku Lebam Kena Bola
Sebelumnya, Reza menyampaikan, pada Selasa (4/2/2025), anaknya sempat mengalami luka dan lebam pada bagian wajah, namun anaknya mengaku itu karena terkena bola saat berolahraga di sekolah.
“Jadi saya cuma menganggap itu biasa saja karena kenakalan anak-anak akibat bermain saja. Namun, setelah melihat video kemari baru saya tahu kalau itu karena tindakan bulliying dari siswa yang lain,” ucap Reza.