Wamendag menambahkan, pelaksanaan OP direncanakan berlangsung pada 24 Februari—29 Maret 2025 yang berlokasi di Kantor Pos seluruh Indonesia.
Terdapat lima komoditas prioritas dalam OP, salah satunya MinyaKita.
Total kebutuhan suplai MinyaKita dalam pelaksanaan OP disepakati berjumlah 70.000 ton dengan rincian dikelola Perum Bulog sebanyak 50.000 ton dan IDFood sebanyak 20.000 ton dengan harga jual sebesar Rp14.700/L ke konsumen.
Wamendag menegaskan, Kemendag mengimbau partisipasi aktif dari para produsen minyak goreng untuk mendukung pelaksanaan OP ini.
Acara ini turut dihadiri oleh Dirut Perum Bulog, Novi Helmy; Dirut PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djomadi; Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan; Sekretaris Ditjen PDN, Bambang Wisnubroto; Direktur Bina Pasar Dalam Negeri, Nawandaru Dwi Putra; dan perwakilan asosiasi dan produsen minyak goreng. (Erna Djedi)







