BMKG Imbau Masyarakat Waspada dan Pantau Perubahan Cuaca Menjelang Mudik Lebaran 2025

Salah satu upaya mitigasi yang dilakukan BMKG adalah pengaturan jalur penyeberangan padat seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk berdasarkan kondisi cuaca, guna memastikan keselamatan perjalanan masyarakat melalui Joint SOP.

BMKG juga telah mengintegrasikan informasi cuaca dengan sistem Dynamic Message Sign (DMS) yang terpasang di ruas-ruas tol Jabodetabek dan akan diperluas ke Jawa Tengah serta Jawa Timur.

BACA JUGA: Bocah 4 Tahun di Tantaringin Tabalong Hilang Misterius

Informasi cuaca berbasis dampak atau Impact-Based Forecasting (IBF) juga akan terus diperbarui secara real-time melalui berbagai platform BMKG, termasuk situs web, aplikasi InfoBMKG, media sosial, SMS Blast, serta posko-posko BMKG di daerah.

BMKG turut serta dalam rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, guna membahas dampak cuaca terhadap kelancaran arus mudik Lebaran.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca dalam perjalanan mudik Lebaran demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Keselamatan pemudik adalah prioritas utama. Pastikan selalu memantau informasi cuaca sebelum berangkat, seperti yang telah disampaikan oleh Prof. Dwikorita,” ungkapnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum bepergian guna memastikan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.

Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui berbagai kanal resmi BMKG, termasuk situs web, aplikasi InfoBMKG, sosial media, serta layanan SMS Blast. (berbagai sumber)

Editor: Yayu