Ia berharap, program ini bisa diimplementasikan secara maksimal secepatnya, agar status kesehatan masyarakat Indonesia bisa diketahui secara cepat.
“Karenakan ini paradigma baru dalam dunia kesehatan, dari kuratif menjadi preventif dan promotif. Sebelumnya penyakit itu parah, jadi sudah bisa diantisipasi lebih dulu,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, Sugimin menuturkan, kunjungan dari Waka Staf Kepresidenan ini mejadi semangat bagi Kabupaten Batola.
“Untuk program cek kesehatan gratis untuk di Batola sudah mulai dijalankan. Jadi untuk semua puskesmas kita wajibkan untuk menjalankan program tersebut,” tutur Sugimin.
Sugimin menjelaskan, seluruh puskesmas juga diminta untuk membuat sosialisasi berupa video, mulai dari kapan pasien harus datang, tata cara pemeriksaan, pelayanan apa saja yang didapatkan, dan yang lainnya.
“Sehingga mereka sebelum ke puskesma bisa mendapat gambaran utuh apa yang harus dilakukan dan apa yang dia dapat saat mengikuti program tersebut di puskesmas,” jelas Sugimin.
Sugimin juga mengungkapkan, dalam menjalankan program tersebut, pihaknya sempat terkendala dengan data penduduk.
“Jadi untuk masyarakat yang umurnya sudah tua itu banyak yang lupa tanggal lahirnya, dan untuk saat inikan data dukcapil masih di kabupaten, jadi puskesmas masih belum punya data itu,” ungkap Sugimin.
“Tapi sesuai arahan Waka Staf Kepresidenan tadi, kita bisa berkoordinasi dengan dukcapil agar puskemas bisa mendapatkan data penduduk. Sehingga dengan data tersebut puskesmas bisa jemput bola untuk mendatangi masyarakat untuk memberikan sosialisasi terkait program tersebut,” pungkasnya. (Iqnatius)
Editor Restu







