“Kami mengharapkan melalui kegiatan ini dapat meminimalisir korban bencana, terutama di sekolah, serta membangun generasi yang tangguh dan siap menghadapi bencana,” tambahnya.
Program SPAB tidak hanya berfokus pada sosialisasi dan penyuluhan, tetapi juga mencakup simulasi tanggap darurat, pelatihan evakuasi, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.
“Implementasi program ini memerlukan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak, namun manfaat jangka panjangnya sangat besar, yakni menciptakan generasi yang tangguh dan siap menghadapi bencana,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad







