“Harus ada tindakan nyata, bukan sekadar peringatan dini. Dengan pemetaan ini, kita bisa tahu daerah mana yang rawan dan langsung bersiap,” imbuhnya.
Adrizal juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi agar penanganan banjir lebih optimal. “Gubernur dan dinas terkait tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus duduk bersama untuk mencari solusi permanen, termasuk bagaimana air hujan bisa lebih cepat terserap agar tidak menyebabkan banjir,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa dampak pascabanjir seperti kerusakan jalan dan lahan pertanian juga harus mendapat perhatian serius. “Bantuan untuk masyarakat terdampak harus segera disiapkan. Jangan sampai mereka hanya dibiarkan menderita tanpa solusi,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Iqnatius Aprianus)
editor: nur muhammad







