Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Apresiasi Indonesia Juara Umum MTQ Internasional

“Sejauh ini Pemerintah melalui Kementerian Agama menjadikan pembinaan Al-Qur’an sebagai salah satu program perioritas. Ini tercermin dalam aneka kebijakan yang diarahkan pada terwujudnya peningkatan kemampuan umat Islam dalam membaca, memahami, menghayati, serta mengamalkan kandungan al-Qur’an dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,” jelas Tholabi.

Lebih lanjut, Guru Besar yang juga aktif menjadi Hakim MTQ Nasional ini menjelaskan bahwa kuatnya tradisi kompetisi atau MTQ pada semua level yang digelar secara periodik menjadikan tingginya motivasi dan besarnya animo kawula muda untuk terlibat dalam penyelenggaraan Musabaqah al-Qur’an.

“Sejak tahun 1968 di mana MTQ Nasional untuk kali pertama digelar secara official di Ujung Pandang, gairah umat Islam untuk membaca dan memahami al-Qur’an berkembang sangat pesat. Efek domino MTQ sungguh sangat dahsyat. MTQ tidak sekadar melahirkan talenta-talenta baru dalam bidang tilawah, tahfizh, atau tafsir, tapi juga telah melahirkan lembaga, wadah, atau sentra-sentra baru pembinaan Al-Qur’an yang marak di hampir seluruh penjuru Nusantara”, ungkap Tholabi dengan antusias.

Semarak pembinaan ini pada gilirannya berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan di semua level, baik formal maupun informal. Prof Tholabi secara khusus menyoroti peran dan fungsi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang sangat strategis. Menurut dia, lembaga yang dijalankan secara ex officio oleh pejabat pemerintahan bersama-sama dengan para alim ulama dan masyarakat pecinta Al-Qur’an ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam konteks pembinaan al-Qur’an di Indonesia.

“Sejauh ini LPTQ mampu menggerakkan dan mendinamisasi syiar al-Qur’an di berbagai levelnya. Kolaborasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) dan keterlibatan unsur-unsur keagamaan masyarakat di dalamnya telah menjadikan LPTQ kian representatif sebagai pengawal program pembinaan dan pengembangan al-Qur’an di Indonesia. Pada titik ini kehadiran negara menjadi semakin nyata”, ungkap Tholabi.

Dalam amatan Prof Tholabi, kinerja LPTQ sejauh ini semakin bagus. Dari sisi penyenggaraan MTQ misalnya, LPTQ telah berhasil menciptakan sejumlah inovasi dan mewujudkan penyelenggaraan MTQ yang modern dan kredibel. Diakuinya, modernisasi MTQ melalui digitalisasi menjadikan MTQ kian bermutu dan meningkatkan trust atau kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan MTQ dan para pelakunya.

MTQ yang modern dan kredibel pasti akan melahirkan sistem yang terpercaya dan output Musabaqah yang kompetitif. “Maka secara pribadi saya tidak ragu dengan capaian prestasi Indonesia dalam perhelatan Musabaqah Internasional, termasuk capaian gemilang delegasi Indonesia pada MTQ Internasional IV di Jakarta tahun ini,” pungkasnya. (Berbagai sumber/hms)

Editor: Erna Djedi