Ia mencatat beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain lokasi geografis yang dekat dengan Sungai Kapuas, air laut pasang, serta letak posisinya daerah terdampak yang serupa cekungan dan lebih rendah dari wilayah di sekitarnya. Tipe tanah di wilayah ini merupakan tanah gambut.
Suharyanto mengatakan, ia akan menurunkan tim guna melakukan kajian secara lengkap untuk komprehensif untuk merumuskan solusi jangka panjang yang harus dilakukan agar peristiwa ini tidak terjadi berulang di masa yang akan datang.
“Banjir di Kubu Raya ini terjadi hampir tiap tahun, maka kita dan pemerintah daerah akan lakukan kajian mendalam untuk menemukan solusi yang baik dalam mencegah kejadian serupa terulang terus-menerus,” terang dia.
Suharyanto beserta rombongan tiba di Kota Pontianak, Kalimantan Barat sejak Kamis (30/1/2025).
Sehari sebelumnya, Suharyanto bersama Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengunjugi pos pengungsian warga terdampak banjir di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Wilayah ini tergenang banjir pasca hujan dengan intensitas sangat tinggi yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Mempawah. Kondisi ini diperparah dengan naiknya pasang air laut (rob) serta limpasan air yang berasal dari banjir di Kabupaten Landak serta drainase air yang kurang baik.
Dampak banjir dirasakan oleh 5.537 KK / 20.549 jiwa. Beberapa warga mengungsi di titik-titik pos pengungsian. Salah satunya di Masjid Agung Mempawah. Di masjid ini, sebanyak 170 warga mengungsi.
Selain menyerahkan bantuan logistik kebutuhan dasar bagi pengungsi, Suharyanto turut berdialog dengan warga untuk menjaring masukan masyarakat terdampak.(atoe/ip)
Editor Restu






