Komnas Perempuan juga meminta pemerintah daerah dan dinas pendidikan untuk lebih aktif mengawasi kebijakan sekolah agar hak-hak siswi, terutama yang menyangkut privasi dan kesehatan reproduksi, terlindungi dengan baik.
Kasus Viral Picu Pro dan Kontra
Imbauan ini muncul setelah viralnya video di media sosial yang memperlihatkan siswi SMA Sultan Baruna di Desa Padaluyu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, menjalani tes kehamilan. Video tersebut memicu perdebatan publik, dengan sebagian pihak mendukung dan lainnya mengecam kebijakan tersebut.
Komnas Perempuan berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk lebih menghormati hak-hak anak dan perempuan, khususnya dalam dunia pendidikan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







