PMK Meningkat di Indonesia, Kalsel Semakin Ketat Memeriksa Hewan yang Masuk

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Meningkatnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa daerah di Indonesia membuat pemerintah daerah lebih waspada dan memperketat prosedur pemeriksaan terhadap hewan yang masuk.

Di Kalimantan Selatan (Kalsel), yang merupakan pintu masuk bagi hewan-hewan, terutama sapi, dari berbagai daerah, upaya pencegahan semakin diperketat.

Ketua Tim Kerja Karantina Hewan dan Tumbuhan Kalsel, Isrokal, menjelaskan bahwa pihaknya akan lebih ketat dalam memeriksa setiap hewan yang masuk ke Kalsel, baik dari luar maupun dalam daerah. Prosedur karantina dan pemeriksaan dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku.

“Ada atau tidaknya gejala klinis terhadap penyakit PMK, akan kita lakukan karantina dan pemeriksaan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan,” ujar Isrokal pada Selasa (14/1/2025).

BACA JUGA:Cegah PMK, Dinas Pertanian Banjar Suntik Vitamin 90 Hewan Ternak Warga Desa Baru

Setelah dilakukan pemeriksaan, jika hewan terbukti bebas dari PMK, baru sertifikat pelepasan akan dikeluarkan.

Namun, jika ditemukan hewan yang terjangkit PMK selama proses karantina, akan dilakukan pemusnahan terhadap hewan tersebut.

“Hewan tersebut akan kita lakukan penyembelihan, dan organ-organ yang terserang PMK akan dikubur, sementara untuk dagingnya masih bisa dikonsumsi,” tambahnya.

Meski PMK meningkat di beberapa daerah, hingga saat ini, Isrokal memastikan bahwa tidak ada hewan yang terpapar PMK yang masuk ke Kalsel.