Namun, jika ditemukan hewan yang terjangkit PMK selama proses karantina, akan dilakukan pemusnahan terhadap hewan tersebut.
“Hewan tersebut akan kita lakukan penyembelihan, dan organ-organ yang terserang PMK akan dikubur, sementara untuk dagingnya masih bisa dikonsumsi,” tambahnya.
Meski PMK meningkat di beberapa daerah, hingga saat ini, Isrokal memastikan bahwa tidak ada hewan yang terpapar PMK yang masuk ke Kalsel.
“Kita menjamin hewan-hewan yang masuk ke Kalsel sudah melalui proses tindakan karantina dan pemeriksaan, dan tidak ada gejala PMK, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat Kalsel,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Iqnatius Aprianus)
editor: nur muhammad







