WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap pelaksanaan haul Abah Guru Sekumpul, warga secara sukarela membuka dapur umum. Dapur umum ini biasanya diperuntukkan bagi jemaah yang datang dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan juga dari luar daerah bahkan ada dari mancanegara. Terkait mendirikan dapur umum oleh warga saat pelaksanaan halu ke-20 Abah Guru Sekumpul pada 5 Rajab 1446 H, Tim Induk Sekumpul memberikan imbauan yang tentunya dimaksudkan sebagai panduan. Bagi warga yang hendak mendirikan dapur umum, harus mempunyai lahan dapur dan relawan yang memadai. Tim Induk Sekumpul juga mengimbau, agar mempersiapkan bahan dan kelengkapan untuk memasak, melapor atau berkoodinasi dengan tim/posko induk atau posko sekitar. Baca juga:Tim Induk Sekumpul Ingatkan Jemaah yang Akan Menghadiri Kegiatan pada 5 Rajab 1446 H "Jangan memaksakan memasak di luar kemampuan finansial, tenaga dan area tempat membagikan konsumsi," tulis Tim Induk Sekumpul melalui akun resminya di laman Instagram. Dapur umum warga juga diminta untuk saling berkoordinasi ke sesama dapur dan relawan jalu untuk pembagian konsumsi agar pembagian merata, tidak tertumpuk di satu area/wilayah. Penyelenggara dapur umum diminta untuk tetap menjaga kualitas konsumsi jangan sampai rusak, sepeti basi dan tidak layak konsumsi bagi jemaah. "Pembagian nasi diutamakan sore atau malam hari saat kegiatan berlangsung," lanjut Tim Induk Sekumpul. Baca juga:VIDEO: Pernyataan Gus Miftah Mundur sebagai Utusan Khusus Presiden Selain imbauan, Tim Induk Sekumpul juga menyampaikan beberapa hal yang dilarang, seperti armada dapur umum jangan sampai hilir mudik terutama R4. "Jika diperlukan untuk membeli bahan atau hal yang perlu lainnya, gunakan R2 dengan berkoordinasi dengan posko yang dilalui," tulis Tim Induk Sekumpul. Penyelenggara dapur umum diingatkan atau dilarang mengambil keuntungan dari kegiatan dan melakukan open donasi (penggalangan dana secara terbuka) apalagi meminta-minta. Tim Induk Sekumpul juga melarang menggunakan atribut organisasi/kelompok ketika membantu menjadi relawan di dapur. Pelaksanaan dapur umum tidak dibenarkan membuat sesuatu yang bersifat menyemarakkan kegiatan atau sejenisnya. Kemudian, dilarang menyertakan tulisan, lambang atau sejenisnya pada kemasan (bungkus) makanan yang siatnya promosi, politik atau sejenisnya. Dapur umum yang terdata diperbolehkan menggunakan desain baju Relawan Sekumpul yang dikeluarkan Tim Induk Sekumpul. Sementara terkait imbauan, Tim Induk Sekumpul mengharapkan relawan yang tergabung di dapur agar berada di wilayah dapurnya saja, kecuali ada keperluan yang mendesak. Seluruh anggota relawan dapur juga harus menjalankan dan menaati tata tertib Relawan Sekumpul. "Saling menghormati antar sesama relawan dapur khususnya dan Relawan Sekumpul umumnya. Menjaga kebersihan dapur dan daerah sekitar dapur Untuk penanganan sampah agar berkoordinasi dengan koordinator kebersihan," tutup Tim Induk Sekumpul. (ahmad raihan) Editor: Erna Djedi