Besok Ada Karnaval Pesona Budaya Tanah Bumbu, Cek Penutupan Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BATULICIN - Karnaval Pesona Budaya Tanah Bumbu 2024 resmi dibuka oleh Bupati HM Zairullah Azhar, Rabu (4/12/2024) malam.
Rangkaian kegiatan ini, besok, Jumat (6/12/2024), akan diadakan karnaval pesona budaya yang dengan rute mengitari jalan-jalan di pusat kota Batulicin.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Bumbu akan melakukan penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas.
Kegiatan karnaval dijadwalkan pukul 15.00 Wita sampai selesai dengan mengambil start di sekitar KFC Batulicin dan finish di Taman Education.
Baca juga: Mulai Januari 2025, Jalan Cemara Kayutangi Diberlakukan Dua Arah
Nantinya akan ada penutupan arus lalu lintas dari Serongga dan Jalan Kodeco yang akan menuju KFC/Simpang Empat dialihkan ke Jalan Kodeco.
Sementara pengalihan arus lalu lintas terjadi dari arah Batulicin menuju Tungkaran Pangeran/Kodeco di alihkan ke Jalan Transmigrasi/Plajau.
Sebelumnya pada pembuakaan tadi malam, dimeriahkan oleh penampilan tarian khas Tanah Bumbu yang sarat prestasi di tingkat Kalimantan Selatan.
Pekan Kebudayaan Daerah Pesona Tanah Bumbu 2024 menyuguhkan rangkaian kegiatan menarik, mulai dari festival tari kreasi se-Kalimantan Selatan, festival Masukkiri tingkat kabupaten, hingga karnaval budaya yang memamerkan keragaman budaya lokal.
Baca juga: Jalan Simpang Ulin Ditutup Selama 3 Bulan, Ini Imbauan Kasatlantas Banjarmasin
Tak ketinggalan, permainan tradisional seperti balogo dan bakiak mengundang antusiasme pengunjung dari berbagai kalangan.
Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Bumbu kepada masyarakat luas dan memperkuat daya tarik wisata daerah.
Pantai Pagatan yang menjadi pusat acara terlihat hidup dengan atmosfer kebersamaan dan kehangatan. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen spesial ini, sembari menikmati suasana yang sarat dengan nuansa budaya.
Melalui Pekan Kebudayaan Daerah ini, Tanah Bumbu diharapkan semakin dikenal sebagai wilayah yang kaya akan tradisi, sekaligus memperkuat jati diri daerah di tengah arus globalisasi.
“Budaya lokal adalah aset yang harus kita jaga. Mari bersama-sama kita dukung agar budaya Tanah Bumbu semakin mendunia,” tutup Zairullah dalam sambutannya.” (ernawati)
Editor: Erna Djedi