“Hari ini antusias masyarakat sangat tinggi. Sayangnya, beberapa distributor tidak bisa hadir karena berhalangan. Banyak yang mencari beras, tapi kami hanya bisa melayani dengan dua distributor yang ada,” ujarnya.
Menurut Asbid, pasar murah bukan hanya soal penjualan barang murah, tetapi juga upaya Disperindag Balangan untuk menjaga kestabilan harga dan mendukung ekonomi masyarakat.
“Awalnya kami menargetkan 65 kali pasar murah tahun ini, namun karena tingginya permintaan, target ditambah menjadi 68 kali hingga akhir tahun,” jelasnya.
Kegiatan terakhir pasar murah tahun ini direncanakan di Desa Lok Batung, Kecamatan Paringin.
Asbid berharap ke depannya lebih banyak lagi distributor yang terlibat dalam kegiatan tersebut sehingga dapat bersama-sama memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal. (Alfi)
Penyunting: Yayu







