Hashim juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap Carbon Capture and Storage sebagai bagian dari pengurangan emisi karbon.
Indonesia siap bermitra dengan pihak-pihak internasional yang ingin berinvestasi dalam teknologi ini.
“Dengan saline aquifer yang luas, kami memiliki kapasitas penyimpanan karbon mencapai 500 gigaton,” ungkapnya.
Indonesia mengajak dunia berkolaborasi dalam menangani pemanasan global yang dampaknya dirasakan oleh seluruh negara.
“Kami memulai program ini yang akan memakan waktu bertahun-tahun, membutuhkan pendanaan, teknologi, dan ilmu pengetahuan,” tambah Hashim. (ernawati)
Editor: Erna Djedi







