Ia menyampaikan pemerintah lintas program/lintas sektor dan swasta memiliki kewajiban untuk mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten, patuh terhadap standar dan sarana prasarana untuk menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi di Provinsi Kalsel.
“Kita akan melaksanakan evaluasi peran lintas sektor pada program Kesehatan Keluarga dan Gizi tahun 2024, evaluasi pencapaian indikator RPJMN dan Renstra program Kesehatan Keluarga dan gizi tahun 2024 serta menyusun Rencana Kegiatan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi Tahun 2025,” kata Nurul di Banjarmasin, Selasa (29/10/2024).
Oleh karena itu, rapat ini sangat penting dalam mengatasi permasalahan kesehatan ibu dan anak di Kalimantan Selatan. Dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam pemantauan gizi dan pendidikan tentang pentingnya gizi yang baik dan seimbang demi menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa depan.
“Semua pihak perlu bergandengan tangan untuk menciptakan kondisi kesehatan yang lebih baik bagi ibu dan anak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan,” jelasnya. (MC Kalsel)
Editor Restu













