Salah satu PLTS terapung yang telah diresmikan adalah PLTS Terapung Cirata di Bendungan Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada 9 November 2023 lalu. Sumber energi listrik tenaga surya tersebut memiliki kapasitas 192 MWp yang mampu melayani hingga 50.000 rumah tangga dan mengurangi emisi karbon sebesar 214.000 ton per tahun.
Baca juga: Dua Pengendara Terkapar di Desa Ambungan Pelaihari, Satu Tewas
President of PII Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan gagasan pembentukan Indonesia Solar Energy Research Centre bermula dari inisiasi pada forum Engineering 20 (E20) yang menjadi bagian dalam Engagement Group of G20 di Bali.
“Di bawah platform dan semangat E20 ini pula, telah dimulai sebuah langkah penting menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan dengan peluncuran Indonesia Solar Energy Research Center,” kata Danis Sumadilaga.
Pembentukan ISEREC sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Badan Riset Nasional (BRIN) dan sejumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia. PTN itu yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Indonesia (ITI).
Baca juga: 20 WNI di Lebanon Berhasil Dievakuasi via Darat ke Damaskus
Mereka bekerjasama dengan Solar Energy Research Institute of Singapore (SERIS) dalam mewujudkan pusat penelitian dan pengembangan energi surya kelas dunia di Indonesia.(Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







