“Kalo bisa setiap acara instansi bisa menggunakan produk UMKM untuk konsumsinya,” ajak Made.
Made menjelaskan Pemkab Banjar dalam membangun dimana termuat dari data terakhir Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupare Banjar, jumlah dari UMKM Kabupaten Banjar adalah sebanyak 67.258 dan termasuk di dalamnya sebanyak 9.274 adalah para pelaku usaha IKM yang bergerak di komoditi Industri Pangan dan Kerajinan.
“Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI), Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dekranasda bertekad melaksanakan Program P3DN dan Gerakan BBI tersebut dimulai dengan meningkatkan Produk lokal dan berpartisipasi membantu Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menggunakan produk-produk lokal Kabupaten Banjar,” terang Made.
Ditambahkan Made kegiatan yang telah dilaksanakan Deskranada Kabupaten Banjar diantaranya, pelatihan diversifikasi sasirangan dan juga pelatihan manajemen usaha, penguasaan teknologi informasi, pengembangan jaringan kemitraan, komunitas UMKM, Komunitas Difabel, promosi pada pameran Kriya Nusa, Jewellery, dan Inacraft Tahun 2024 serta Banjar Expo dan Kalsel Expo.
“Melalui event Mini Expo Dekranasda 2024 untuk mengangkat kerajinan lokal agar kualitas produk mampu berdaya saing di pasar lokal, maupun nasional, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal. Sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan Kabupaten Banjar, memberikan motivasi kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk melalui kurasi produk, dan menjaring mitra bisnis serta terdapat peluang besar untuk pengembangan UMKM dan Industri kreatif kerajinan di Kabupaten Banjar,” tambahnya.(MC Banjar)
Editor Restu







