Haedar menekankan aspek lingkungan bakal menjadi fokus Muhammadiyah dalam mengantisipasi perubahan iklim dan dampak dari pertambangan.
“Kita punya Muhammadiyah Climate Center. Satu-satunya ormas yang punya lembaga untuk antisipasi terhadap perubahan iklim dengan segala dampak lingkungannya yang dahsyat”.
“Jadi Insyaallah bahwa kami mengelola tambang, dan juga mengelola berbagai aktivitas bisnis untuk kesejahteraan masyarakat dan untuk juga selalu terkoneksi dengan menjaga dan merawat lingkungan,” paparnya.
Baca juga:Mulai Hari Ini Jalan Lintas Banjarbaru-Batulicin Ditutup, Begini Penjelasan Kadis PUPR Kalsel
Haedar pun meminta kepada rekan media untuk memahami persoalan Muhammadiyah dalam mengelola tambang secara proporsional, objektif, dan konstruktif.
“Bahwa nanti ada kekurangan-kekurangan di antara kita, saya pikir terus diperbaiki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.(pwk)
Editor: purwoko







