Selanjutnya Syamsir kembali menegaskan dirinya akan selalu mengutamakan masyarakat, terlebih para petani sebagai pahlawan sektor pangan.
“Di sini ada lahan pertanian yang memerlukan air, sekarang akses airnya ditutup oleh pihak penambang. Saya tidak ingin ada saluran air pertanian yang rusak. Saya tetap mempertahankan sesuai amanat pemerintah pusat dan pemnerintah provinsi, pangan nomor satu, petani kita harus tetap bisa berusaha”, imbuhnya.
Syamsir juga menyatakan dirinya tidak anti terhadap investor. la ingin setiap investor yang ingin berbisnis di Tala harus mematuhi aturan yang berlaku.
“Investor boleh masuk, tapi harus sesuai aturan dan sesuai penataan lingkungan, bukan sewenang-wenang, izin harus ada”, tutupnya.(atoe)
Editor Restu







