Pimpinan DPR Bertemu Pimpinan Parlemen Serbia Bahas ini

Indonesia dan Serbia (sebelumnya Yugoslavia) diketahui merupakan 2 dari 5 negara pendiri Gerakan Non Blok (GNB) yang diawali melalui Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955. Puan menceritakan, Sukarno telah berkunjung ke Belgrade sebanyak 6 kali dan selalu mendapat sambutan meriah.

“Hubungan erat antara Presiden Josip Broz Tito dan Presiden Sukarno di masa lalu dapat menjadi pendorong bagi kita untuk menjaga persahabatan kedua negara,” ujar cucu Bung Karno itu.

Puan melihat prinsip Dasa Sila Bandung 1955, yang juga menginspirasi pembentukan GNB masih tetap relevan saat ini. Beberapa prinsip Dasa Sila Bandung seperti: penyelesaian sengketa secara damai, menghargai kedaulatan wilayah negara saat ini menjadi semakin penting di saat dunia dilanda perang konflik, dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Baca juga: Dinamika Internal PDIP Masih Kencang: Jagokan Anies, Pramono Anung, atau Ahok

“Saya mengapresiasi dukungan Serbia atas ditetapkannya Pidato Presiden Sukarno yang berjudul ‘To Build the World A New’, pada Pertemuan Pertama GNB, sebagai Memory of the World, UNESCO pada Mei 2023,” papar Puan.

Pertemuan Puan dengan Ana Brnabic berlangsung hangat, di mana keduanya menggarisbawahi pentingnya hubungan antar masyarakat (people-to-people contact) karena dapat menjadi fondasi bagi kokohnya hubungan kedua negara. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko