Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun melalui Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Hadeli Rosyaidi mengatakan kamus digital bahasa Banjar ini bukan hanya sebuah proyek pelestarian bahasa, tetapi juga merupakan jembatan persahabatan antara kedua negara yang memiliki komitmen bersama dalam menjaga kekayaan budaya dunia.
“Ini bukan sekedar perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas kita sebagai bagian dari bangsa indonesia yang majemuk. Melalui festival ini, kita memperlihatkan kepada dunia bahwa keberagaman adalah kekuatan kita, dan bahwa kita dapat “bergerak bersama, berkarya, dan berbudaya” dalam kebhinnekaan,” terangnya.
Rangkaian kegiatan yaitu pada 23—24 agustus 2024 di flaza fakultas teknik universitas lambung mangkurat di banjarbaru diselenggarakan festival ”Bumi Lambung Mangkurat” kemudian dilanjutkan pada tanggal 26 agustus 2024 di mahligai pancasila, dan selanjutnya tanggal 1 sampai 4 oktober 2024 di kawasan museum lambung mangkurat banjarbaru diselenggarakan festival budaya meratus yang menampilkan berbagai aspek budaya tradisional masyarakat.
Selain itu, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan KemendikbudRistek RI, Irini Dewi Wanti menambahkan festival ini merupakan momen untuk penguatan ekosistem kekayaan budaya indonesia khususnya kalimantan selatan.
“Sinergitas antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah bagian penting didalam penguatan ekosistem jalur rempah,” pungkasnya. (mc kalsel)
Editor: Erna Djedi







