Penahanan Khalusha dilakukan setelah temuan sembilan mayat yang dimutilasi di sebuah tambang terlantar di ibu kota, Nairobi. Korban-korban tersebut berusia antara 18 dan 30 tahun. Sadisnya, semua korban dibunuh dengan cara yang sama.
Baca juga: Buntut Putusan MK, Akademisi dan Aktivis Serbu Gedung Konstitusi Besok
Kasus pembunuhan ini memicu keterkejutan dan kemarahan. Banyak yang mempertanyakan kegagalan petugas mendeteksi mayat-mayat yang ditinggalkan pelaku di area tambang. Padahal, area itu berjarak sekitar 100 meter dari kantor polisi.
Mereka juga bertanya-tanya bagaimana 42 orang bisa dibunuh dalam dua tahun tanpa diketahui polisi. Dan bagaimana polisi berhasil melakukan penangkapan dalam waktu kurang dari tiga hari pasca temuan jasad-jasad korban di tambang. Padahal selama ini petugas tidak mencurigai apapun.
Pengawas polisi Kenya juga menyatakan skeptisisme. Otoritas Pengawasan Independen Polisi meluncurkan penyelidikan untuk mengetahui apakah polisi sendiri terlibat dalam pembunuhan tersebut. setelah tuduhan luas tentang keterlibatan polisi dalam penangkapan dan penculikan yang melanggar hukum. (Sidik Purwoko)
Baca juga: Kuatkan Kolaborasi Organisasi Wanita, GOW Balangan Gelar Sosialisasi Kemitraan
Editor: Sidik Purwoko







