WARTABANJAR.COM, CILEGON – Sebanyak 6 orang dari 36 Anak Buah Kapal (ABK) KM Sri Mariana 07 meninggal misterius. Karena itulah Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banten melakukan karantina terhadap 21 ABK lainnya untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.
Kepala BKK Kelas 1 Banten, Resi Arisandi mengatakan, dari 30 orang yang selamat pihaknya masih harus melakukan karantina pada 21 orang lainnya. Sementara yang lain dikarantina di rumah sakit dan kapal.
“Dari 30 orang itu, 21 sehat sedang kita karantina, lima orang di Rumah Sakit Krakatau Medika dan empat masih dilakukan karantina di kapal dan dalam kondisi sehat,” katanya seperti dikutip Wartabanjar.com, di Cilegon, Kamis (08/08/2024).
Baca juga: HUT ke-79 RI, Pemerintah Gelar Pameran Arsip Kepresidenan
Dari 21 ABK yang menjalani karantina di Wisma Krakatau tersebut, 11 di antaranya telah dikarantina di kapal dan sembilan lainnya sempat dirawat di Rumah Sakit Krakatau Medika karena sakit.
Sementara itu sejumlah ABK yang sehat harus tetap menjalani masa karantina agar mereka tetap berada di wilayah steril. Hal itu untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.






