Kerusuhan Pecah di Sunderland Inggris, Mobil Dibalik dan Massa Lempari Polisi

Baca juga:PM Haiti Ariel Henry Mundur Gara-Gara Gagal Redam Kerusuhan Negerinya

Secara bersamaan, 200 pengunjuk rasa anti-rasis berkumpul di luar Masjid Abdullah Quilliam di Liverpool, menyusul rumor adanya protes sayap kanan.

Kelompok itu meneriakkan “Katakan dengan keras, katakan dengan jelas: Pengungsi diterima di sini.”

Polisi di seluruh negeri telah diminta untuk melindungi masjid dan tempat tinggal bagi pencari suaka ketika negara bersiap untuk setidaknya 19 demonstrasi sayap kanan dalam beberapa hari mendatang.

Seruan untuk meningkatkan keamanan dari para pemimpin masyarakat muncul menyusul demonstrasi kekerasan yang menyebar dari Southport ke kota-kota, termasuk London, Hartlepool, Manchester dan Aldershot setelah penikaman fatal di klub liburan anak-anak.

Kerusuhan meningkat ketika rumor tak berdasar yang beredar di dunia maya mengklaim bahwa tersangka pembunuhan adalah seorang Muslim, menyebabkan serangan terhadap masjid-masijd di Southport dan Hartlepool pada Selasa dan Rabu.

Tersangka diidentifikasi pada Kamis sebagai Axel Rudakubana, berumur 17 tahun.

Baca juga:Inggris Bakal Berlakukan Hari Libur Nasional Jika Juarai Euro 2024? Ini Kata sang Perdana Menteri

Demonstrasi tersebut juga menyebabkan tempat tinggal bagi para pencari suaka di Manchester dan Aldershot menjadi sasaran para pengunjuk rasa yang mengacungkan plakat dengan pesan yang berbunyi: “Deportasi mereka, jangan dukung mereka” dan “Tidak ada apartemen untuk imigran ilegal.”

Sebagai tanggapan atas kekacauan di beberapa kota di seluruh negeri setelah insiden penikaman, Perdana Menteri Keir Starmer mengadakan pertemuan darurat pada Kamis dengan para pemimpin polisi di Downing Street dan mengumumkan pembentukan unit gangguan kekerasan nasional yang baru.(pwk)

Editor: purwoko