Pada awalnya bausung hanya dilakukan oleh beberapa golongan saja dalam suku Banjar atau yang lebih dikenal dengan keluarga ekonomi kelas atas, sehingga ketika sebuah keluarga mengadakan acara bausung dianggap bahwa keluarga itu tergolong dari keluarga yang mampu, selain itu bausung juga dianggap sebagai acara adat yang mewah.
Namun pada perkembangannya, tradisi bausung ini tidak lagi menjadi pesta pada kalangan orang kaya saja, namun sudah menjadi hiburan bagi masyarakat setempat pada setiap acara pernikahan, bahkan ketika orang Banjar merantau ke daerah lain.
Adat ini masih banyak dipakai dalam pesta pernikahan di daerah Kabupaten Tapin, Rantau.
Film produksi DHF Entertainment ini diketahui sedang melakukan proses produksi syuting di di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (atoe)
Editor Restu







