Pariwisata DIY Go International, Perkuat Kerjasama Melalui EATOF

Keseluruhan potensi pariwisata tersebut merupakan ekspresi hidup dari budaya dan sejarah Yogyakarta. Pariwisata tersebut mampu menarik pengunjung dari seluruh dunia.

Selain potensi yang dimiliki, pemanfaatan teknologi juga dilakukan untuk meningkatkan pengalaman wisata.

Selain itu, pemerintah terus berupaya dan mendorong inovasi dan kreativitas, mengeksplorasi ekowisata, festival budaya, dan program pendidikan untuk tetap kompetitif.

“Inklusivitas sangatlah penting. Kami memastikan sektor pariwisata dapat memberi manfaat bagi semua segmen masyarakat, memberdayakan komunitas lokal dan memastikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas,” tegas Wagub DIY.

Baca juga:Ada Obyek Wisata Baru di Jejangkit, Kembangkan Kepariwisataan Daerah

KGPAA Paku Alam X siap menantikan kolaborasi berkelanjutan dengan semua negara yang tergabung dalam EATOF untuk menyukseskan Forum EATOF.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah; pelestarian warisan, penawaran pengalaman berkualitas, merangkul inovasi digital, mendorong kreativitas, dan memastikan inklusivitas.

Semua dilakukan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan, menjadikan Yogyakarta sebagai mercusuar pariwisata budaya dan pendidikan.

Diselenggarakan selama 3 hari, THE 18TH EATOF GENERAL ASSEMBLY 2024 memiliki beberapa rangkaian acara meeting yaitu, simposium yang diikuti oleh akademisi dari anggota EATOF, Bilateral talk antara Pemda DIY dengan Provinsi Gangwon, Tuv, Sebu, Totori, dan Sarawak. Kemudian, pada malam hari, acara dilanjut dengan welcome dinner.